Hadiri Konsolidasi PPP Jember, Gus Idror: Kami Ingin Partai Kembali ke ‘Rel Asli’ Perjuangan Islam

Hadiri Konsolidasi PPP Jember, Gus Idror: Kami Ingin Partai Kembali ke ‘Rel Asli’ Perjuangan Islam

Hadiri Konsolidasi PPP Jember, Gus Idror: Kami Ingin Partai Kembali ke ‘Rel Asli’ Perjuangan Islam

Jember,— Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Jember menggelar kegiatan silaturahmi dengan para kiai dan ulama di Aula Islamic Centre Darus Sholah pada Selasa (2/12/2025).

Salah satu yang hadir dalam kegiatan itu adalah putra dari KH Maimoen Zubair, yakni KH Muhammad Idror Maimoen Zubair yang juga sebagai Ketua Umum Majlis Taman Surga Persatuan Pembangunan.

Kegiatan ini sebagai langkah konsolidasi awal untuk memperkuat basis pesantren menjelang agenda politik beberapa tahun ke depan.

Ketua DPC PPP Jember, Madini Farouq, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali para kiai PPP sekaligus memperkuat spiritualitas kader melalui zikir dan doa bersama.

“Kami mengumpulkan para kiai dalam rangka silaturahmi dan zikir, sekaligus mengenang perjuangan para pendahulu. Kami mengundang putra Kiai Maimoen Zubair yang juga Ketua Umum Majlis Taman Surga Persatuan Pembangunan,” ujar dia.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Mamak ini, PPP bertekad mengembalikan orientasi perjuangan partai ke basis tradisionalnya, yakni pesantren dan para ulama.

Tujuannya mengembalikan PPP kepada pesantren dan kiai-kiai, karena di situlah kekuatan utama PPP sejak awal,” jelasnya.

Meski Pemilu 2029 masih cukup jauh, Madini menyebut silaturahmi menjadi langkah dasar dalam memperkuat keberlangsungan PPP

“Silaturahmi itu penting. Kata Nabi, siapa yang ingin panjang umur dan luas rezekinya harus senang bersilaturahmi. Panjang umur dalam konteks politik adalah agar PPP tetap eksis, dan semoga rezeki politik kami bertambah melalui perolehan kursi,” ujarnya.

Menjawab isu bahwa PPP identik dengan partai kalangan tua, Madini menegaskan bahwa regenerasi menjadi prioritas. PPP Jember akan menggelar Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) pada 13–14 Desember bagi kader muda.

“Kami mulai melakukan kaderisasi karena PPP sering dianggap partai orang tua. Padahal, banyak anggota DPR dari PPP yang usianya di bawah 40 tahun. Regenerasi ini akan berjalan melalui pelatihan kaderisasi dan segmentasi program untuk pemilih muda, perempuan, dan kelompok tradisional,” jelasnya.

Selain kalangan kiai, PPP juga menyiapkan program khusus untuk kelompok emak-emak dan pemilih milenial maupun Gen Z.

Sementara itu , KH Muhammad Idror Maimoen Zubair menambahkan bahwa PPP tengah berupaya membenahi diri dengan kembali kepada nilai-nilai perjuangan Islam yang menjadi dasar berdirinya partai.

“PPP harus kembali ke rel aslinya. Bukan berarti selama ini tidak berjuang, tetapi kami ingin semakin kuat memperjuangkan umat dan Indonesia dengan cinta yang diwujudkan dalam tindakan,” kata dia.

Ia menilai praktik politik uang menjadi tantangan yang harus dilawan melalui pendekatan spiritual dan kesadaran umat.

“Uang tidak bisa mengalahkan zikir. Yang penting Indonesia mau berzikir, mencintai Nabi, cinta negara, dan tidak tunduk pada money politics. Kami mengajak umat Islam, terutama di desa, untuk bersama PPP menjaga moral bangsa dan memperbaiki kondisi sosial,” jelasnya.

Dia mengajak seluruh ulama dan masyarakat untuk memperkuat persatuan serta menjaga moralitas bangsa di tengah berbagai tantangan sosial.

“Mari bersama ulama, orang-orang saleh, dan seluruh umat membangun kejayaan serta menjaga Indonesia. PPP ingin kembali menorehkan sejarah indah seperti masa-masa kejayaannya dulu,” tutupnya.

 

Kepengurusan TSPP Semarang Resmi Dilantik, KH Idror Maimoen : TSPP wadah kebersamaan dan perjuangan Ummat

Kepengurusan TSPP Semarang Resmi Dilantik, KH Idror Maimoen : TSPP wadah kebersamaan dan perjuangan Ummat

KH Muhammad Idror Maimoen atau Gus Idror resmi melantik kepengurusan TSPP Kota Semarang periode 2025-2030

SEMARANG, – Taman Surga Persatuan Pembangunan (TSPP) Semarang resmi dilaunching di halaman Sekolah Nurul Huda, Jalan Sembungharjo RT 003 RW 004, Kecamatan Genuk, Semarang Minggu (30/11) siang.

Peresmian TSPP dilakukan langsung oleh KH Muhammad Idror Maimoen atau Gus Idror, disaksikan para ulama, pengurus PPP, serta ratusan jemaah.

Peluncuran TSPP Semarang turut dihadiri tokoh karismatik KH Ahmad Haris Shodaqoh, Pengasuh Pesantren Al-Itqon Bugen, jajaran pengurus PPP Kota Semarang, jemaah TSPP

Kehadiran TSPP Semarang menjadi wadah baru bagi jemaah PPP untuk memperkuat spiritual, silaturahmi, dan soliditas politik.

Dalam sambutannya, Gus Idror menegaskan bahwa kehadiran TSPP Semarang menjadi bukti kuatnya peran ulama di tubuh PPP Kota Semarang.

Ia menyebut TSPP Semarang akan menjadi ruang kebersamaan yang menyatukan hati, pikiran, dan langkah perjuangan umat.

“Kegiatan ini menegaskan bahwa PPP masih memiliki banyak kiai di Kota Semarang. Semoga TSPP Semarang menjadi gerbang bagi ulama untuk membersamai kita sampai hari kiamat,” ujar Gus Idror dalam kegiatan reses tersebut.

Gus Idror menegaskan bahwa TSPP Semarang akan menjadi ruang kebangkitan warga PPP Kota Semarang.

“Hari ini berbeda dengan situasi nasional. TSPP Semarang adalah wujud baru untuk bangkit dan saling membangun umat serta ulama,” tegasnya.

Gus Idror menambahkan bahwa perjuangan politik PPP tidak bisa dipisahkan dari nilai ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan jemaah melalui TSPP Semarang.

“Dalam jemaah PPP di sini, kita semua didawuhi Kanjeng Nabi agar selalu bahu membahu dan gotong royong menjadi organisasi bermanfaat. TSPP Semarang adalah jalan untuk memperkuat itu semua,” ungkapnya.

Sementara itu, KH Ahmad Haris Shodaqoh menegaskan bahwa PPP sejak awal merupakan organisasi yang dibangun oleh ulama dan harus tetap dipimpin ulama.

Ia menyebut TSPP Semarang sebagai momentum evaluasi sekaligus pembinaan bagi seluruh kader PPP.

“Kalau PPP adalah organisasi biasa, saya sudah lama meninggalkan. Tetapi PPP dibentuk dan dilanjutkan oleh para ulama. Dan TSPP Semarang menjadi pengingat kita,” ujarnya.

Menurut KH Haris, PPP harus terus memperkuat nilai amar ma’ruf nahi munkar dalam setiap langkah perjuangannya.

Ia menyebut keberadaan TSPP Semarang sebagai tonggak untuk menghidupkan kembali semangat di Kota Semarang dan Jawa Tengah.

“Menjadikan jemaah PPP sebagai ibadah melalui organisasi politik adalah tanggung jawab kita bersama. Dan hari ini TSPP Semarang mencatat sejarah kebangkitan itu,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa TSPP Semarang harus menjadi pusat penguatan spiritual warga PPP.

“Untuk Allah berkenan menghilangkan bencana, kita harus memperkuat ibadah. Maka PPP melalui TSPP Semarang harus perlu ikut terlibat dalam mengatur dan membangun bangsa yang kita cintai bersama,” jelasnya.

TSPP Semarang diharapkan menjadi langkah awal konsolidasi besar PPP Kota Semarang memperkuat akar spiritual dan politik, sekaligus menjaga nilai amar ma’ruf nahi munkar sebagai landasan utama perjuangan.

Copyright © 2026 ppprembang.or.id