Gema Tahlil di Makam Simpek: Mengenang 57 Tahun Dedikasi KH. Zubair Dahlan dalam Arus Spiritual Ramadan

Gema Tahlil di Makam Simpek: Mengenang 57 Tahun Dedikasi KH. Zubair Dahlan dalam Arus Spiritual Ramadan

Gema Tahlil di Makam Simpek: Mengenang 57 Tahun Dedikasi KH. Zubair Dahlan dalam Arus Spiritual Ramadan

 

REMBANG – Di tengah keheningan bulan suci Ramadan 1447 H, ribuan pasang mata tertuju pada sebuah kompleks pemakaman di pesisir utara Jawa. Kawasan Makam Simpek, Sarang, Rembang, menjadi saksi bisu berkumpulnya ribuan santri, alumni, dan muhibbin yang datang memadati area tersebut untuk menghadiri puncak peringatan Haul ke-57 Al-Maghfurlah KH. Zubair Dahlan.

 

Suasana pemakaman berubah menjadi lautan putih. Acara dimulai pukul 15:30 WIB (Setelah Ashar), sebuah waktu yang diyakini penuh keberkahan, apalagi di tengah suasana puasa.

Rangkaian amaliah diatur sedemikian rupa untuk menghidupkan tradisi salaf, yang meliputi:

* Kirim Doa: Khusus dihadiahkan untuk Al-Maghfurlah KH. Zubair Dahlan beserta segenap dzuriyyah beliau.

* Pembacaan Surat Yasin: Dilantunkan secara berjamaah, menciptakan resonansi spiritual yang menggetarkan hati para peziarah.

* Riyadah Surat Al-Ikhlas: Pembacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 100 kali, sebuah praktik ijazah yang lazim diamalkan di kalangan pesantren untuk memohon ampunan dan keberkahan.

* Tahlil Akbar: Sebagai puncak prosesi, menutup rangkaian acara dengan kalimat-kalimat tauhid yang ditujukan untuk mengangkat derajat para masyayikh di barzah

 

Bagi para santri, Haul ke-57 ini bukan sekadar peringatan kematian. Ini adalah momentum “Itishol” atau penyambungan sanad spiritual kepada KH. Zubair Dahlan. Sebagai ayahanda sekaligus guru dari KH. Maimoen Zubair, Mbah Zubair Dahlan dikenal sebagai ulama yang sangat alim dan teliti dalam mendidik. Kehadiran ribuan orang di Makam Simpek adalah bukti nyata bahwa “karomah” ilmu beliau masih terus mengalir meski raga telah tiada selama lebih dari setengah abad.

 

Peringatan haul ini berakhir menjelang waktu berbuka puasa, meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya menjaga tradisi, menghormati guru, dan memperkokoh jati diri sebagai bangsa yang agamis.

 

GPK Rembang dan Pati Serukan  Gerakan Anti-Pekat, Desak Tempat Hiburan Tutup Total Selama Ramadhan

GPK Rembang dan Pati Serukan Gerakan Anti-Pekat, Desak Tempat Hiburan Tutup Total Selama Ramadhan

GPK Rembang dan Pati Serukan Gerakan Anti-Pekat, Desak Tempat Hiburan Tutup Total Selama Ramadhan

 

REMBANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) wilayah Rembang dan Pati secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat). Deklarasi ini bertujuan untuk memastikan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

 

Ketua GPK Rembang, H.M Mujib M.Pd, menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus dihormati dengan menciptakan lingkungan yang bersih dari kemaksiatan.  Pembacaan deklarasi dilakukan secara bersama-sama oleh Sulhan dari GPK Pati dan Idham dari GPK Rembang. Keduanya memimpin barisan pemuda dalam menyuarakan tuntutan yang menjadi aspirasi umat.

Tiga Poin Tuntutan Utama GPK:

Penutupan Tempat Hiburan: Kafe, karaoke, dan tempat hiburan malam (dugem) wajib tutup total selama bulan suci Ramadhan.

Pemberantasan Perjudian: Segala bentuk perjudian, baik berbasis online maupun offline, harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Pembersihan Miras: Penghentian total peredaran minuman keras (miras) di wilayah Rembang dan Pati mulai saat ini juga.

 

“Kami berharap pemerintah, Kepolisian, dan TNI bisa saling menjaga tenggang rasa. Jangan sampai terjadi konflik horizontal antar masyarakat hanya karena praktik maksiat dan penyakit masyarakat tetap dibiarkan subur di bulan Ramadhan,” ujar Mujib M.Pd.

GPK menilai ketegasan aparat sangat diperlukan demi terciptanya situasi masyarakat yang damai, tentram, dan nyaman. Mereka mengingatkan bahwa stabilitas sosial akan terjaga apabila norma-norma agama dan penghormatan terhadap bulan suci dijunjung tinggi oleh semua pihak.

 

Acara deklarasi tersebut ditutup dengan pekikan Takbir sebanyak tiga kali sebagai simbol semangat perjuangan dalam menjaga kesucian bulan Ramadhan di wilayah eks-Keresidenan Pati.

 

 

Sinergi Ulama dan Umara: Gus Idror dan Anggota DPD RI Dr. Abdul Kholik Isi Madrasah Kader GPK”

Sinergi Ulama dan Umara: Gus Idror dan Anggota DPD RI Dr. Abdul Kholik Isi Madrasah Kader GPK”

 

Sinergi Ulama dan Umara: Gus Idror dan Anggota DPD RI Dr. Abdul Kholik Isi Madrasah Kader GPK”

REMBANG – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ka’bah (PC GPK) Kabupaten Rembang sukses menyelenggarakan agenda Madrasah Kader yang berlangsung khidmat di Kantor DPC PPP Rembang pada Ahad (15/2). Mengangkat tema “Pemuda Sekarang – Pemimpin Masa Depan”, acara ini menjadi kawah candradimuka bagi kader muda untuk memperkuat ideologi dan kapasitas kepemimpinan.

 

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan rangkaian materi berbobot dari tokoh-tokoh berkompeten. Sesi pertama dibuka langsung oleh Ketua PC GPK Rembang, HM. Mujib Elmuis, M.Pd. Dalam paparannya, ia membedah sejarah perjuangan bangsa dengan menyoroti peran strategis tokoh pemuda dari berbagai era, mulai dari kepemimpinan “Era Nabi Muhammad hingga militansi pemuda Indonesia di zaman kemerdekaan.

“Sejarah membuktikan bahwa perubahan besar bangsa ini selalu dimotori oleh anak muda. Kita harus belajar dari kegigihan pemuda di era kemerdekaan dan kearifan para tokoh di era terdahulu agar kader GPK hari ini memiliki fondasi yang kuat untuk memimpin di masa depan,” tegas Mujib Elmuis.

 

Memasuki sesi kedua, hadir secara virtual melalui sambungan Zoom, tokoh ulama muda KH. M. Idror Maimoen (Ketua Umum Majelis TSPP). Meski hadir secara daring, Gus Idror memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai religius dan akhlakul karimah sebagai kompas bagi pemuda dalam berorganisasi dan berkhidmat kepada masyarakat.

 

Sebagai pemateri penutup di sesi ketiga, Dr. Abdul Kholik, SH., M.Si (Anggota DPD RI) memaparkan materi strategis mengenai peran pemuda. Ia memotivasi para kader untuk melek regulasi dan siap mengambil peran dalam kebijakan publik di masa mendatang. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama para kader untuk terus bergerak di bawah bendera Gerakan Pemuda Ka’bah.

 

Perkuat Syiar di Kota Pusaka, Gus Idror Resmi Lantik Pengurus Majelis Taman Surga TSPP Rembang

Perkuat Syiar di Kota Pusaka, Gus Idror Resmi Lantik Pengurus Majelis Taman Surga TSPP Rembang

Perkuat Syiar di Kota Pusaka, Gus Idror Resmi Lantik Pengurus Majelis Taman Surga TSPP Rembang

 

Lasem – Alun-Alun Lasem yang dikenal sebagai “Kota Pusaka” menjadi saksi bisu sebuah momentum bersejarah. Ribuan kader, simpatisan, dan kaum santri memadati kawasan bersejarah tersebut untuk menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-53, yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Taman Surga Persatuan Pembangunan (TSPP) Kabupaten Rembang.

Puncak acara ditandai dengan naik panggungnya jajaran pengurus TSPP Rembang. Dalam momen bersejarah tersebut, Gus Fairus secara resmi dilantik sebagai Ketua beserta jajaran pengurus baru oleh Gus Idror Maimoen. Kehadiran beliau memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi para kader. Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat, di mana naskah baiat dibacakan sebagai bentuk komitmen pengurus untuk menjadikan TSPP sebagai wadah yang menghidupkan kembali tradisi ngaji dan berdzikir di dalam struktur politik.

TSPP diproyeksikan menjadi “sayap langit” bagi PPP Rembang. Majelis ini tidak dirancang untuk kontestasi politik praktis di garis depan, melainkan sebagai motor penggerak spiritual yang bertugas menyiram akar rumput dengan nilai-nilai kesantunan, ukhuwah Islamiyah, dan pendampingan sosial bagi masyarakat.

Wakil Ketua DPW PPP Jateng Gus Aziz, memberikan ucapan selamat sekaligus pesan mendalam kepada jajaran pengurus yang baru saja dikukuhkan. Beliau berharap TSPP menjadi oase spiritual di tengah dinamika politik.

“Kami ucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus TSPP Kabupaten Rembang. Selamat mengemban amanah besar ini. Saya berharap, hadirnya TSPP sebagai ‘sayap langit’ mampu membawa keberkahan bagi perjuangan kita. Mari kita jadikan majelis ini sebagai wasilah untuk merawat tradisi para ulama, memperkuat ukhuwah, dan memastikan bahwa setiap langkah politik kita selalu mendapat rida Allah SWT melalui jalur dzikir dan pengabdian masyarakat,” pungkas Gus Aziz.

Momentum pelantikan ini diakhiri dengan doa bersama, menandai babak baru pergerakan spiritual di Kota Pusaka Lasem yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kondusivitas dan kemaslahatan warga Rembang.

Wujud Kepedulian Nyata, Gus Idror Maimoen Salurkan Bantuan dan Pimpin Istigosah di Pidie Jaya

Wujud Kepedulian Nyata, Gus Idror Maimoen Salurkan Bantuan dan Pimpin Istigosah di Pidie Jaya

Wujud Kepedulian Nyata, Gus Idror Maimoen Salurkan Bantuan dan Pimpin Istighosah di Pidie Jaya

 

PIDIE JAYA – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, KH Idror Maimoen Zubair (Gus Idror), menunjukkan aksi nyata dalam misi kemanusiaan di Aceh. Tokoh muda kharismatik ini turun langsung menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Senin 29 Desember 2025

 

Kehadiran putra bungsu almarhum Mbah Moen ini didampingi oleh sejumlah tokoh, di antaranya Wali Kota Banda Aceh, Gus Arwani, Gus Ulur, serta Bp. Mujib Wakil ketua (GPK). Jateng. Kehadiran rombongan ini disambut hangat oleh warga yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.

 

Kehadiran Gus Idror di tengah para penyintas tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga memberikan penguatan spiritual melalui gelaran istighosah bersama untuk keselamatan bangsa.

beliau menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas kebangsaan.

“Kami menyerahkan sejumlah bantuan kepada saudara-saudara kita di Kabupaten Pidie Jaya. Fokus utama kami adalah membantu meringankan beban mereka yang kehilangan tempat tinggal dan sarana prasarana akibat bencana ini,” ujar Gus Idror

 

Sebagai tokoh ulama yang dihormati, Gus Idror menekankan pentingnya sinergi antara bantuan fisik (ikhtiar lahir) dan kekuatan doa (ikhtiar batin). Pelaksanaan istigasah di lokasi bencana bertujuan untuk memberikan ketenangan psikologis bagi para korban.

Selaku Ketua Umum Majlis Dzikir dan Doa TSPP, Gus Idror juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah pemerintah dalam proses rekonstruksi pascabencana. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu membangun kembali Aceh dan daerah-daerah lain di Sumatera yang terkena dampak bencana.

Aksi cepat tanggap ini menegaskan posisi Gus Idror sebagai sosok pemimpin muda yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap persoalan kemanusiaan di tanah air.

 

Pengasuh PP Al Anwar Gus Idror Angkat Lobi Politik sebagai Kajian Tesis

Pengasuh PP Al Anwar Gus Idror Angkat Lobi Politik sebagai Kajian Tesis

 

Pengasuh PP Al Anwar Gus Idror Angkat Lobi Politik sebagai Kajian Tesis

 

REMBANG — Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, KH Muhammad Idror Maimoen (Gus Idror), mengangkat tema lobi politik sebagai fokus kajian dalam penulisan tesis akademiknya. Pilihan tema tersebut menegaskan perhatian Gus Idror terhadap dinamika politik praktis yang kerap berlangsung di balik layar, namun memiliki dampak besar terhadap pengambilan kebijakan publik.

Gus Idror menegaskan bahwa lobi politik merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi modern. Namun, tanpa etika dan kontrol nilai, praktik tersebut berpotensi melahirkan kebijakan yang menjauh dari kepentingan rakyat. Oleh karena itu, tesis ini berupaya memberikan landasan konseptual agar lobi dan komunikasi politik dapat dipahami sebagai sarana perjuangan aspirasi publik yang bermartabat.

Kajian tersebut juga menyoroti peran ulama dan tokoh pesantren dalam proses politik nasional. Menurut Gus Idror, ulama memiliki posisi strategis sebagai penyeimbang kekuasaan, sekaligus jembatan dialog antara masyarakat akar rumput dan pengambil kebijakan.

Judul tesis ini mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi dan santri, karena dinilai mampu memadukan khazanah keilmuan pesantren dengan realitas politik kontemporer. Hasil Karya akademik tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa, politisi, serta aktivis sosial dalam memahami komunikasi politik yang beretika dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Sebagaimana diketahui, KH Muhammad Idror Maimoen saat ini menempuh pendidikan program magister (S2) di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Proses akademik tersebut dijalani di tengah kesibukannya mengajar dan mengasuh santri di Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, sekaligus menjalankan peran sosial-keumatan

 

 

Penulis : Abas

Editor : Mujib

Copyright © 2026 ppprembang.or.id